AZROHAL HASAN

HISTORY NEVER DIES

ANOMALI MANUSIA

21 December 2015 - dalam Puisi Oleh azro_el-fib11

Matahari terakhir datang

Menyinari gurun pasir hitam

Percikan nafas memilah dan menghidupkan

Tumbuhan-tumbuhan mulai nampak

 

Hari itu titah tuhan jatuh

Ditempat hancurnya peradapan

Makhluk liar bersinggah

Serasa congkak dengan gurauan

Cercah peradapan mulai merangkak

Merubah tatanan diri

 

Membebaskan kejahatan moral

Merekonstruksi martabat makhluk tuhan

Harusnya sekarang kau semakin paham

Dengan segala tindakan-tindakan

Bukan membaca teks-teks mati yang tak bernafas

 

Bangga dengan simbol kemunafikan

Rintihan & keluhan sekitar itu bukan masalah

Apa peduli orang, yang terpenting bisa makan kenyang

Serasa menikmati onani kehidupan

 

Merasa paling disayang pencipta

Tak lupa bualan selalu terpanjat

Paling putih dan melihat semua yang ada hitam

Ah, yang penting semua rutinitas kepadanya terjalankan!! :-[



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Kategori

Artikel Terbaru

Artikel Terpopuler

Komentar Terbaru

Arsip

Blogroll

Sejarah yang Tak Terulang

    Masa Lalu gak akan muncul kembali namun kita setidaknya mampu belajar dari peristiwa masa lalu

IDEALISME SEMU

    Bicara tentang Idealisme, mungkin kata ini tak asing ditelinga Mahasiswa, apalagi Mahasiswa Aktivis yang menjunjung tinggi kata ini, berat rasanya buat siapapun Politikus, Negarawan, Agamawan,Sejarahwan dll, Bahkan Agamawan yang menjadi benteng keimanan, gejolak batin sontak timbul ketika kata itu tergadaikan materi-materi yang menggoda, Marx pun lebih jujur ketika menanggapi soal materi, Apa mungkin kejujuran Marx telah jadi realitas ditengah gempuran sistem yang semakin mencekik, Ah, Mungkin Kata itu hanya teks terbangkai yang selamanya akan menjadi Mitos para Pecandu Jabatan & Materi.

ASAP PEMBUNUH

    Berharap hujan datang dan memberi secercah harapan. Hujan dengarlah rintihan dan pekikan bayi, anak-anak, ibu, bapak, nenek dan kakek. Tak mampu berujar untuk menikmati nafas yang sebelumnya mereka hirup. Mata tak dapat melihat seperti yang sebelumnya mereka lihat. Hidup dalam miniatur neraka. Menyiksa, merusak tatanan kehidupan. Sudah lelah mereka merontah saling tuding tak ada jawaban datang dari bapak berkopiah, ber jas dan berdasi mewah. Seolah keadilan hanya sebuah fatamorgana bagi mereka. Di Hari Sumpah Pemuda ini para Motor Bangsa harus bertindak, tak hanya melihat, berujar dan saling menyudutkan. Semoga bangsa ini mampu bertahan dalam buaian pengkhianatan. Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 #SaveRiau #SaveBorneo #SaveSumatra #SaveSingapore #SaveMalaysia

Pengunjung

    19.367